<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-940316795119483667</id><updated>2011-07-07T09:00:43.882-07:00</updated><title type='text'>aan blog</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://putrabangka.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940316795119483667/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrabangka.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Muhammad Azahari A.F*</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>20</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-940316795119483667.post-751857733008632732</id><published>2008-08-04T04:53:00.000-07:00</published><updated>2008-08-04T04:58:41.490-07:00</updated><title type='text'>posting baru</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_6yr-ZLOGeL8/SJbuwcd7aAI/AAAAAAAAAFA/q3xvFs5x7Sw/s1600-h/rokok.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5230630533280262146" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_6yr-ZLOGeL8/SJbuwcd7aAI/AAAAAAAAAFA/q3xvFs5x7Sw/s320/rokok.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span id="fullpost"&gt;AYO TERUS MEROKOK!!

Merokok adalah ‘’makanan’’ pokok banyak orang didunia. Di Indonesia misalnya meski dilarang, namun larangannya berstandar ganda. Pertama dilarangan dalam pengrtian yang sebenarnya. Sedangkan yang kedua dilarang untuk berhenti membeli dan menghisapnya. Tahu kenapa?, ah,, terlalu banyak alasan untuk menjawabnya.

Sekedar cerita,. Waktu usiaku masih 7 tahun, ya kira-kira dizaman Orde Baru…lah, rumahku tidak dikampung tapi ditengah belantara. Sekitar 7 km dari desa. Bukan karena tidak punya rumah didesa tapi karena kemiskinan yang terus melilit keluargaku dan sebagian besar warga desaku.

Di pedalaman rimba itu nasi putih bagaikan lauk bagi keluargaku, sebab makanan utama kami ubi atau aru’. Tapi jangan salah, meski jarang makan nasi, lauknya selalu keren. Bukan tahu atau tempe melainkan ayam, ikan, daging, dan sayur-sayur hijau tentunya. Dapet darimana?, Ayam kampung diternak sendiri, sayur mayurnya dari kebun, ikan mancing disungai, dan dagingnya mau tahu ga’ daging apa?. Dagingnya daging rusa bo’…wah kamu pasti belum pernah coba khan?.

He…he…udah ahk ngaurnya, kali ini aku lagi males ngomongin kemiskinan dan pedalaman Bangka, melainkan rokok, ya..ROKOK!!.

JADI BEGINI LHO. Dulu untuk sampai kesekolah aku harus berjalan kaki sejauh 7 km, gara-gara soeharto kali ya…, bapakku juga sering ikut. Padahal dia udah ga’ sekolah lagi lho. Mau tahu ga’ kenapa bapakku sering ikut aku menyusuri tujuh km hutan dengan berjalan kaki. Ternyata perjalanan itu sering dilakoni bapakku hanya untuk mendapatkan Rokok. Bukan beli, tapi ngutang.

Aku jadi nga’ habis pikir, segitu berharganya rokok buat bapakku. Sampai-sampai dia lupa bahwa dia punya pekerjaan yang lebih penting. Bergerak, berorganisasi dan berjuang untuk melawan kebiadaban rezim Orde Baru kala itu.

Ahk,, bapakku memang tidak sekolah. Nah buat kamu yang merasa cerdas, meski untuk medapatkan rokok harus ngutang tapi ingat ayo berjuang!. Sebab SBY-JK tak beda jauh dengan pendahulunya. Jadi hisap terus rokoknya lakukan terus perjuangannya. Jangan kayak bapakku!! &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://blog.bangka-belitung.info/eko/&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/940316795119483667-751857733008632732?l=putrabangka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putrabangka.blogspot.com/feeds/751857733008632732/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=940316795119483667&amp;postID=751857733008632732&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940316795119483667/posts/default/751857733008632732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940316795119483667/posts/default/751857733008632732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrabangka.blogspot.com/2008/08/posting-baru.html' title='posting baru'/><author><name>Muhammad Azahari A.F*</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_6yr-ZLOGeL8/SJbuwcd7aAI/AAAAAAAAAFA/q3xvFs5x7Sw/s72-c/rokok.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-940316795119483667.post-5255598920472270704</id><published>2008-08-03T00:41:00.000-07:00</published><updated>2008-08-03T00:43:27.112-07:00</updated><title type='text'>Semangat Kemerdekaan Untuk Pelestarian Lingkungan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;*Azhari Mhd
Krisis lingkungan sudah kian nyata. Alam yang dulu bersahabat dengan manusia kini seakan murka. Di Indonesia pemerkosaan lingkungan telah membawa banjir hingga ketangga istana Jakarta. Luapan lumpur lapindo pada akhir mei 2006 lalu telah menyengsarakan ribuan petani dan karyawan didaerah itu. Ribuan hekta sawah kebun pun kini telah ditelah lumpur panas.

Di aceh badai tsunami pada 2004 silam juga telah menyebabkan kerugian materil tidak kurang adri R.p 6 triliun. Belum lagi kebakaran hutan, banjir, tanah longsor, gempa dijogja, adalah sedikit peringatan bagi kita untuk segera mereorientasi gaya hidup yang terus memperkosa alam.

Kecongkaan manusia atas determinasinya terhadap alam semesta tidak bisa lagi dibiarkan. Destruksi alam atas manusia harus mendapat tanggapan serius dari seluruh penduduk dunia. Oleh sebab itu ajnuran untuk melestarikan lingkungan yang telah diajarkan sejak zaman purba, layak untuk kembali digali. Ekonomi, politik, sastra, agama, maupun budaya harus kembali ditujukan tidak hanya untuk kemakmuran manusia tapi juga kelestarian alamnya. Diatas semua itu sesungguhnya kelestarian alam semesta dipikul diatas pundak seluruh umat manusia.

&lt;span id="fullpost"&gt;
Dalam Man and Nuture: Crisis of Modern Man-nya, Sayyid Hussein Nasr (baca-eko teology), menjelaskan ada dua hal mendesak yang urgen untuk kita kaji terkait krisi lingkungan saat ini. Pertama, formulasi dan upaya untuk memperkenalkan sejelas-jelasnya apa yang disebut ‘hikmah perenial Islam’ (hikmah khalidah/scientia sacra, philosophia perennis) tentang tatanan alam, signifikansi religius, dan kaitan eratnya dengan setiap fase kehidupan manusia. Kedua, menumbuhkan dan mengembangkan ‘kesadaran ekologis yang berperspektif teologis’ (eco-theology), dan jika perlu, memperluas wilayah aplikasinya sejalan dengan prinsip agama itu sendiri.
Untuk keperluan itu, sedikitnya ada tiga hal yang perlu ditegaskan di sini. Pertama, menempatkan persoalan lingkungan sebagai bagian dari agama -islam khsusnya-. Dalam kitab al-Muwâfaqât, Abu Ishaq al-Syatibi membagi tujuan hukum Islam (maqâshid al-syarîah) menjadi lima hal: 1) penjagaan agama (hifdz al-dîn), 2) memelihara jiwa (hifdz al-nafs), 3) memelihara akal (hifdz al-‘aql), 4) memelihara keturunan (hifdz al-nasl), dan 5) memelihara harta benda (hifdz al-mâl). Pertanyaan kita: di mana posisi pemeliharaan ekologis (hifdz al-`âlam) dalam Islam?
Untuk menjawab itu -mengutip pendapat Khatim Ghazali-, Yusuf al-Qardlawi dalam Ri’âyatu al-Bi’ah fi al-Syarî’ati al-Islâmiyyah (2001), menjelaskan bahwa pemeliharaan lingkungan setara dengan menjaga maqâshidus syarî’ah yang lima tadi. Selain al-Qardlawi, al-Syatibi juga menjelaskan bahwa sesungguhnya maqâshidus syarî’ah ditujukan untuk menegakkan kemaslahatan-kemaslahatan agama dan dunia, di mana bila prinsip-prinsip itu diabaikan, maka kemaslahatan dunia tidak akan tegak berdiri, sehingga berakibat pada kerusakan dan hilangnya kenikmatan perikehidupan manusia.
Kedua, ajaran Taoisme tentang Yin-Yang juga dapat memberi kearifan. Yang biasanya digambarkan sebagai agresif, maskulin, kompetitif, dan rasional. Sementara Yin dilukiskan konservatif, intuitif, kooperatif, feminin, dan responsif. Dalam Taoisme, Yin-Yang harus berjalan secara sejajar dan seimbang, sehingga keharmonisan antara makrokosmos dan mikrokosmos terwujud. Kenyataan kita lebih suka berpikir rasional, linear, mekanistik, dan materialistik perlu diseimbangkan dengan pengetahuan yang intuitif, non-linear, dan koordinatif, sebagai perwujudan Yin (kearifan ekologis). Ajaran Taoisme ini rasanya penting untuk diadopsi guna menjawab krisis ekologis yang terus mengancam kita.
Terakhir, kita mungkin juga perlu mendengar fatwa Charlene Spretnak dalam The Spiritual Dimension of Green Politics. Di situ dia menekankan pentingnya mengembangkan green politics (politik hijau); gerakan politik yang sadar ekologi. Kebijakan-kebijakan sosial-politik-ekonomi kita sudah saatnya mempertimbangkan soal lingkungan hidup. Sudah waktunya para pejabat negara, politisi, dan partai-partai politik menyuarakan pentingnya kesadaran akan politik hijauatau politik ekologis (ecological politics) ini .




&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://blog.bangka-belitung.info/eko/&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/940316795119483667-5255598920472270704?l=putrabangka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putrabangka.blogspot.com/feeds/5255598920472270704/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=940316795119483667&amp;postID=5255598920472270704&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940316795119483667/posts/default/5255598920472270704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940316795119483667/posts/default/5255598920472270704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrabangka.blogspot.com/2008/08/semangat-kemerdekaan-untuk-pelestarian.html' title='Semangat Kemerdekaan Untuk Pelestarian Lingkungan'/><author><name>Muhammad Azahari A.F*</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-940316795119483667.post-3643004768199110739</id><published>2008-07-31T03:06:00.000-07:00</published><updated>2008-07-31T12:36:01.069-07:00</updated><title type='text'>Suatu Sore Dengan ‘ISAK’ Dan Tawa</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_6yr-ZLOGeL8/SJITx6evnGI/AAAAAAAAAE0/Z9vlahFXzTU/s1600-h/TO+BLOG+AAN.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5229263865563290722" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_6yr-ZLOGeL8/SJITx6evnGI/AAAAAAAAAE0/Z9vlahFXzTU/s320/TO+BLOG+AAN.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;Sore itu waktu sudah menujukkan pukul 15.45 Wib. Tepat didepan teras Multi Perpous kampus UIN Soe-Kijo diskusi tentang ISAK (investigasi social dan analisis kampus) baru saja dibuka.
Hadir dalam diskusi itu, Dedeng, Papang, Uung dan beberapa pimpinan dan anggota tua dari anggota FMN kampus UIN, yang semuanya berjumlah sembilan orang. Diskusi ini adalah salah satu program baru dibulan ini. Menurut Wawan, selaku Wakasek Bidang Dikprop, rencananya diskusi ini akan secara rutin diadakan setiap hari Rabu dan Sabtu jam 15.30 sore. Mengenai tema akan menyesuaikan dengan kebutuhan para anggota.
&lt;span id="fullpost"&gt;
‘’Baiklah kawan-kawan, Salam Demokrasi!!. Sore ini kita akan mendiskusikan soal ISAK. Menurut kawan-kawan kenapa ISAK, sangat urgen di FMN. Sampai-sampai harus dimasukkan dalam materi pendidikan formal keorganisasian’’ kata Aan selaku moderator mengawali diskusi.
‘’Wah, ntar dulu bung kita bicara soal urgensinya, jangan-jangan makna ISAK aja kita ga’ tahu. Atau jangan-jangan kita semua punya pemahaman yang berbeda tentang apa itu ISAK??’’. usul Afif mengawali diskusi seru itu.
‘’Nah…nah…’’,sambut Wiwin. Gimana kalau kita tanya dulu sama temen-temen yang baru, apa yang mereka pahami tentang isak?.
‘’Oooo…ia..yaa.. kata Aan selaku moderator. Piye bung Dedeng, Papang, Uung, menurut kawan-kawan apa itu ISAK?.
‘’assalamu’alaikum wr.wb. jadi begini lho, isak itu setahu saya sih kita nyari informasi dikampus, itu sudah isak. Jadi kita kekampus setiap hari itu juga sudah isak’’ kata Wawan sok tua. He..he..
‘’kalao saya, Isak itu ya….apa ya?’’, jawab dedeng tanggap. Menurut saya ya…bener apa kata wawan tadi, isak itu ya..investigasi, mencari informasi secara mendalam tentang lingkungan sosial kita. Kalau kita mahasiswa, ya mencari informasi dikampus, soal wc, atau nama rector kampus misalnya. Ya itulah isak.
‘’Ah…yang bener Ung..??’’,. Protes wawan. ‘’Perasaan aku ga’ pernah ngomong gitu dari tadi’’. ‘’He..he…’’cengir wawan dengan muka khasnya.
‘’Tapi itu bener kok Wan, setahu saya isak itu memang itu’’, kata lopez nyerocos sambil memperbaiki posisi duduknya. ‘’jadi emang gitu, berbicara tentang isak ya…kita memang bicara soal investigasi. Berbicara juga soal berbagai metodenya, prinsip-prinsipnya dan seterus-terusnya. ‘’Betul ga’ Sik?,’’. Tanya lopez pada peserta tertua didiskusi itu. Rupanya dalam diskusi itu juga hadir salah satu sepuh FMN UIN, yang sekarang sedang aktif dalam dunia gerakan tani (AGRA), Gunung Kidul. Katanya sih tadi sebetulnya Cuma mo pinjem motor sama Afif buat kegunung kidul lagi. He..he..jadi isin.
‘’Yang pasti begini bung!’’, jawab sang sepuh untuk lebih mendialogiskan forum. Sebelum kita isak kita juga harus memperhatikan beberapa hal; pertama, pegang prinsip. Kedua, kenali keadaaan. Ketiga, terus memperhebat perjuangn kita. Kemuadian setelah isak penting juga untuk kita tanamkan bahwa apa yang kita cari itu tidak saja untuk diketahui tapi yang lebih penting lagi adalah bagaimana kita berusaha untuk merubahnya. He…he…ia ga’ bli’’. Katanya sambil nyengir ke Afif. ’’ya ia..lah, masa’ ya ia dong’’ jawab afif dengan senyum kulumnya. Mendengar itu serentak semua peserta tertawa., ha…ha…ha…..
Setelah tertawa puas, ‘’oke kawan-kawan sepertinya cukup sampai disni dulu diskusi kita kali ini. Sebab sebentar lagi azan magrib akan segera dikumandangkan. Selanjutnya kita tutp acara kita kali ini dengan, SALAM DEMOKRASI!!’’.
‘’O…ia An, jadi ga’ temen lho beli computer guwa?, soalnya guwa pengen beli tanah ni’’, Tanya lopez dengan muka ndesonya. he…he…THE END.


&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://blog.bangka-belitung.info/eko/&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/940316795119483667-3643004768199110739?l=putrabangka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940316795119483667/posts/default/3643004768199110739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940316795119483667/posts/default/3643004768199110739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrabangka.blogspot.com/2008/07/suatu-sore-dengan-isak-dan-tawa.html' title='Suatu Sore Dengan ‘ISAK’ Dan Tawa'/><author><name>Muhammad Azahari A.F*</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_6yr-ZLOGeL8/SJITx6evnGI/AAAAAAAAAE0/Z9vlahFXzTU/s72-c/TO+BLOG+AAN.gif' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-940316795119483667.post-5241661027645113277</id><published>2008-07-29T13:10:00.000-07:00</published><updated>2008-07-29T13:40:19.120-07:00</updated><title type='text'>Demokrasi Nasional (garis politik atau ideologi politik)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_6yr-ZLOGeL8/SI9--4U-UoI/AAAAAAAAAEk/DoGW4JKB2Wk/s1600-h/aaaaan+blog.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5228537311137780354" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_6yr-ZLOGeL8/SI9--4U-UoI/AAAAAAAAAEk/DoGW4JKB2Wk/s200/aaaaan+blog.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Dasar Pemikiran
(Tulisan ini hanyalah upaya pengayaan intelektual jadi silahkan dikritisi).
Ideologi secara sederhana adalah kumpulam-kumpulam ide atau gagasan. Kata ideologi sendiri diciptakan oleh Destutt De Tracy, pada abad ke 18 untuk mendefinisikan sains dan ide. Ideology dapat dikatakan sebagai ide yang komprehemsif dan dugunakan sebagai cara untuk melihat/memandang sesuatu. Bisa juga dikatakan sebagai keyakinan akali dari beberapa kecendrungan filosofis. Atau bisa juga sebagai sekumpulan ide yang dikemukakan oleh golongan dominan kepada seluruh anggota masyarakatnya (ini sering dipakai oleh kalangan marxis). Ideology sebagai sebuah keyakinan yang didapat melalui proses berpikir membicarakan tentang aturan-aturan dalam tata kehidupan.


&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;
Dari berbagai definisi ini dapat disimpulkan bahwa sesuatu sudah bisa dikatakan sebagai ideology apabila memenuhi dua hal;
Pertama, ideologi adalah sekumpulan ide yang berbicara tentang berbagai hal tentang penyelesaian masalah-masalah kehidupan. Artinya ideologi haruslah sesuatu yang unik sebab ia harus dapat menyelesaikan tentang persoalan yang; tidak hanya ekonomi, politik, sosial maupun budaya disatu disisi melainkan persoalan kehidupan secara utuh.
Kedua, sebuah pemikiran bisa dikategorikan ideologi apabila ia memilki metode yang utuh. Baik metode penyebarluasan, penerapan, dan penjagaanya selain itu juga harus dapat dijelmakan secara operasional dalam kehidupan secara bersamaan. Kesimpulannya adalah tidak semua pemikiran teoritis, maupun filosofis bisa dikatakan sebagai ideology. 
Dari pemaparan diatas dapat ditarik satu benang merah; bahwa sebuah pemikiran teoritis maupun filosofis saja tidak bisa dikatakan sebagai sebuah ideologi melainkan hanya sebuah paham. 
tilisan ini akan hadir dalam bentuk serial.mohon kritik dan sarannya

&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://blog.bangka-belitung.info/eko/&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/940316795119483667-5241661027645113277?l=putrabangka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940316795119483667/posts/default/5241661027645113277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940316795119483667/posts/default/5241661027645113277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrabangka.blogspot.com/2008/07/demokrasi-nasional.html' title='Demokrasi Nasional (garis politik atau ideologi politik)'/><author><name>Muhammad Azahari A.F*</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_6yr-ZLOGeL8/SI9--4U-UoI/AAAAAAAAAEk/DoGW4JKB2Wk/s72-c/aaaaan+blog.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-940316795119483667.post-987657038279247405</id><published>2008-07-27T12:48:00.000-07:00</published><updated>2008-07-27T12:56:08.100-07:00</updated><title type='text'>Dimanapun SBY Berpijak, Disitulah FMN Menentang</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_6yr-ZLOGeL8/SIzSfldZK8I/AAAAAAAAADs/HLFwbELLiX0/s1600-h/CIMG1089.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5227784707543477186" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_6yr-ZLOGeL8/SIzSfldZK8I/AAAAAAAAADs/HLFwbELLiX0/s320/CIMG1089.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;Oleh: Muhamad Azhari A.F*
Untuk kesekian kalinya (rabu 26 juli 2008) Front Mahasiswa Nasional Yogyakarta kembali menyatakan sikapnya menuntut pemerintahan boneka Imperialisme SBY-Kalla untuk membatalkan kenaikan harga BBM. Menghentikan uapaya pengesahan RUU Badan Hukum Pendidikan jaminan sekolah serta kuliah gratis bagi rakyat miskin.
Sejak mendapatkan informasi akan kedatangan SBY kejogjakarta pada 25 juli 2008 Badan Persiapan Cabang (BPC), FMN Jogjakarta langsung mengambil langkah kongkrit. Pada pukul 21.00 bertempat di secretariat FMN kampus Universitas Islam Indonesia seluruh kekuatan dari masing-masing pimpinan kampus langsung membicarakan langkah yang akan diambil khususnya terkait akan rencana kedatangan SBY kejogja.

&lt;span id="fullpost"&gt;

Dari pertemuan itu diambil beberapa lagkah serta strategi yang akan digunakan guna ‘’menyambut’’ kedatangan sanga presiden. Diantaranya; menetapkan perangkat akasi serta surfei lokasi yang akan dijadsikan tempat ‘’penyambutan’’.
Tepat pukul 09.00 tiga orang yakni wawan,afif dan saudara azhari langsung mencari informasi terkait erbagai agenda pengamanan terhadap sang presiden. Dengan mendengar informasi dari beberapa aparat yang ada didepan gedunbg agung didapatlah beberapa informasi penting; aka nada 4 truk polisi, 30 polisi bersepeda motor, 2 unit water canon, dll. Dan tanpa menunggu waktu berita itupun langsung diberitahukan kepimpinan.
Akhirnya pada pukul 11.00 hampir semua perserta aksi sudah bersiap-siap dipasar umbulharjo. Dan dengan melakukan penyamaran sampai pukul 12.siang tidak ada satu peserta aksipun yang dicurigai akan melakukan akasi. Jadi sampai mobil rmbongan penjemput presiden berbondong-bondong menuju bandara seluruh peserta aksi sudah siap menunggu intrupsi pimpinan.
Berselang beberapa detik pasca pembunyian suara sirine tanda kedatangn rombongan presiden akan memasukui lokasi seorang pimpinan langsung berdiri dan berteriak ‘’SBY-Kalla..!!!’’. peserta aksi yang dari awal memang sudah menunggu intrupsi langsung menyambut dan membentuk border hidup serta menyambut dewngan teriakan ‘’ boneka Amerika’’.
Melihat kejadian itu ratusan aparat yang sejakawal berjaga-jaga disekitar istana kaget bukan keplang. Paspamres, intel, TNI serta puluhan kawan wartawan yang sebetulnya memang telah mengetahui rencana aksi ini langsung mengerumuni masa aksi. Ternyata meski hanya dengan 22 orang masa aksi demonstrasi ini sangat efektif. Terbukti hanya berselang beberapa menit setelah itu detik news.com langsung memuat aksi ini.
Polisi dan berbagai aparat Negara yang bertugas mengamankan kedatangan sanga presiden langsung berang dan mengambil kekerasan sebagai pilihan. Seluruh anggota FMN yang ikut dalam aksi dipukuli berkali-kali, diseret, ditendang bahkan tidak sedikit yang mendaratkan pikilan.
Tanpa ampun 5nit sebelum iringan presiden memasuki istana seluruh peserta alsi digelandang paksa kearel parker bringharjo. Ditempat ini aksi saling dorong, pmeukulan, tendangan dari kaki aparat bejat itu masih saja menerjang massa aksi. Pun tanpa kenal lelah teriakan perlawanan atas penolakan kehadiran SBY ditanah jogja terus berlontaran. Boneka amerika, rezim anti rakyat, anti demokrasi pendidikan gratis dan tolak kenaikan BBM adalah deretan kata yang terus diteriakkan oleh kawan-kawan.
Sertelah jengkel karena merasa gagal mengamankan area steril pengamanan presiden akhirnya aparat kepolisian mengangkut massa aksi kepoltabes Diy eski tanpa aksi pemukulan namun berbagai umpatan kotor dan teriakan perjuangan tetap bertempur dalam truk pengangkut itu.
Pada pukul 15.00 semua massa aksi digiring dalam ruangan pendataan polda DIY. Dan tidak berselang berapa lama pengacara dari SPHP dan LBH pun dating. Akhirnya pada pukul 20.00, setelah dimintai keterangan dan pendataan seluruh massa aksi dibebeskan.
Tidak ada yang luar biasa dari aski kali ini. Namun yang perlu dicatat adalah; pertama, aksi ini merupakan teriakan perjuangan dan tidak akan pernah berhenti hingga setiap penguasa benar benar tunduk atas kepentingan seluruh rakyat indoesia. Menolak ketangan penguasa dimanapun dan kapanpun terlebih SBY-Kalla akan terus bergelombang selama mereka masih saja menetek pada imperialisme.
Kedua, Negara demokratis itu hanyalah ilusi, sebab hingga detik ini tidak saja mahasiswa tapi juga seluruh lapisan rakyat inonesia tidak merdeka dalam menyampaikan aspirasinya.kasus ini merupakan salah satu tesisnya.

&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://blog.bangka-belitung.info/eko/&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/940316795119483667-987657038279247405?l=putrabangka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940316795119483667/posts/default/987657038279247405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940316795119483667/posts/default/987657038279247405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrabangka.blogspot.com/2008/07/oleh-muhamad-azhari.html' title='Dimanapun SBY Berpijak, Disitulah FMN Menentang'/><author><name>Muhammad Azahari A.F*</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_6yr-ZLOGeL8/SIzSfldZK8I/AAAAAAAAADs/HLFwbELLiX0/s72-c/CIMG1089.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-940316795119483667.post-8789382573895674497</id><published>2008-07-27T11:48:00.000-07:00</published><updated>2008-07-27T11:53:01.200-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_6yr-ZLOGeL8/SIzDXvErKNI/AAAAAAAAADc/DBD2J0aTqDY/s1600-h/my+blog.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_6yr-ZLOGeL8/SIzDXvErKNI/AAAAAAAAADc/DBD2J0aTqDY/s400/my+blog.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5227768080010782930" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;span id="fullpost"&gt;


&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://blog.bangka-belitung.info/eko/&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/940316795119483667-8789382573895674497?l=putrabangka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940316795119483667/posts/default/8789382573895674497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940316795119483667/posts/default/8789382573895674497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrabangka.blogspot.com/2008/07/lagi-fmn-yogya-hadang-sby.html' title=''/><author><name>Muhammad Azahari A.F*</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_6yr-ZLOGeL8/SIzDXvErKNI/AAAAAAAAADc/DBD2J0aTqDY/s72-c/my+blog.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-940316795119483667.post-6753529515183253922</id><published>2008-07-22T15:42:00.000-07:00</published><updated>2008-07-22T15:57:51.308-07:00</updated><title type='text'>PERINGATAN</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_6yr-ZLOGeL8/SIZkjhYCAkI/AAAAAAAAACk/CTdBI3W6xB0/s1600-h/Foto-ti-dari-udara-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_6yr-ZLOGeL8/SIZkjhYCAkI/AAAAAAAAACk/CTdBI3W6xB0/s400/Foto-ti-dari-udara-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5225974979027403330" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;center&gt;&lt;marquee direction="up"&gt;"Mari same-same kite selamatkan bumi serumpun sebalai dari kehancuran. sebab membiarkannya berarti menabung becana untuk anak dan cucu kita::"&lt;/marquee&gt;&lt;/center&gt;
&lt;span id="fullpost"&gt;


&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://blog.bangka-belitung.info/eko/&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/940316795119483667-6753529515183253922?l=putrabangka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940316795119483667/posts/default/6753529515183253922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940316795119483667/posts/default/6753529515183253922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrabangka.blogspot.com/2008/07/mari-kite-same-same-selamatkan-bumi.html' title='PERINGATAN'/><author><name>Muhammad Azahari A.F*</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_6yr-ZLOGeL8/SIZkjhYCAkI/AAAAAAAAACk/CTdBI3W6xB0/s72-c/Foto-ti-dari-udara-1.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-940316795119483667.post-8592493789722055119</id><published>2008-07-17T06:36:00.000-07:00</published><updated>2008-07-17T06:47:19.752-07:00</updated><title type='text'>pemiskinan lingkungan BANGKA</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_6yr-ZLOGeL8/SH9LRyqZrVI/AAAAAAAAACM/3VtbmvEupkk/s1600-h/aaaaaaaaaaaaaaaa.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_6yr-ZLOGeL8/SH9LRyqZrVI/AAAAAAAAACM/3VtbmvEupkk/s200/aaaaaaaaaaaaaaaa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5223976861802540370" /&gt;&lt;/a&gt;
Masalah lingkungan merupakan PR yang tiada akhir. tidak pernah terselesaikan dari zaman dulu hingga 6tahun menjadi profinsi. hal ini sungguh memprihatinkan.terlebih disaat gerakan penyayang lingkungan tumbuh subur alam bangka justru semakin miskin. parahnya lagi hampir tidak ada gerakan progres yang benar-benar konsen untuk mnguliti persoalan ini.

&lt;span id="fullpost"&gt;

&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://blog.bangka-belitung.info/eko/&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/940316795119483667-8592493789722055119?l=putrabangka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940316795119483667/posts/default/8592493789722055119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940316795119483667/posts/default/8592493789722055119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrabangka.blogspot.com/2008/07/pemiskinan-lingkungan-bangka.html' title='pemiskinan lingkungan BANGKA'/><author><name>Muhammad Azahari A.F*</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_6yr-ZLOGeL8/SH9LRyqZrVI/AAAAAAAAACM/3VtbmvEupkk/s72-c/aaaaaaaaaaaaaaaa.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-940316795119483667.post-6423571865378185172</id><published>2008-07-16T05:01:00.000-07:00</published><updated>2008-07-16T12:20:10.079-07:00</updated><title type='text'>''KORUPSI'' BAZAR TIKUS DI SENAYAN</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_6yr-ZLOGeL8/SH3jmytYY5I/AAAAAAAAACA/EodMtcvhzvA/s1600-h/DPR.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_6yr-ZLOGeL8/SH3jmytYY5I/AAAAAAAAACA/EodMtcvhzvA/s200/DPR.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5223581398406292370" /&gt;&lt;/a&gt;
Dalam empat bulan terakhir, tesis tentang korupsi berjemaah disenayan menemukan pembuktiannya. satu-persatu perwakilan rakyat itu kini mulai ketahuan belangnya. hal ini secara tidak langsung akan berimplikasi pada pemilu 2009  
&lt;span id="fullpost"&gt;

saya akan sangat senang bila ada yang mengajak untuk mendiskusikan masalah ini.
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://blog.bangka-belitung.info/eko/&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/940316795119483667-6423571865378185172?l=putrabangka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putrabangka.blogspot.com/feeds/6423571865378185172/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=940316795119483667&amp;postID=6423571865378185172&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940316795119483667/posts/default/6423571865378185172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940316795119483667/posts/default/6423571865378185172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrabangka.blogspot.com/2008/07/bazar-tikus-di-senayan.html' title='&apos;&apos;KORUPSI&apos;&apos; BAZAR TIKUS DI SENAYAN'/><author><name>Muhammad Azahari A.F*</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_6yr-ZLOGeL8/SH3jmytYY5I/AAAAAAAAACA/EodMtcvhzvA/s72-c/DPR.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-940316795119483667.post-5953398335378035478</id><published>2008-07-16T02:13:00.000-07:00</published><updated>2008-07-16T02:37:25.842-07:00</updated><title type='text'>BBM NAIK LAGI</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_6yr-ZLOGeL8/SH29KoBrY6I/AAAAAAAAAB4/GfiRKFzvsC4/s1600-h/bbm.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_6yr-ZLOGeL8/SH29KoBrY6I/AAAAAAAAAB4/GfiRKFzvsC4/s200/bbm.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5223539133060440994" /&gt;&lt;/a&gt;
Bertambah lagi penderitaan rakyat indonesia
tanpa disadari kenaikan BBM menjadikan rakyat indonesia semakin menderita
lebih-lebih rakyat kecil.
kenapa semua ini terjadi???????
&lt;span id="fullpost"&gt;


&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://blog.bangka-belitung.info/eko/&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/940316795119483667-5953398335378035478?l=putrabangka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putrabangka.blogspot.com/feeds/5953398335378035478/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=940316795119483667&amp;postID=5953398335378035478&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940316795119483667/posts/default/5953398335378035478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940316795119483667/posts/default/5953398335378035478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrabangka.blogspot.com/2008/07/bbm-naik-lagi.html' title='BBM NAIK LAGI'/><author><name>Muhammad Azahari A.F*</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_6yr-ZLOGeL8/SH29KoBrY6I/AAAAAAAAAB4/GfiRKFzvsC4/s72-c/bbm.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-940316795119483667.post-4222101537871257373</id><published>2008-07-15T12:33:00.001-07:00</published><updated>2008-07-15T12:35:40.833-07:00</updated><title type='text'>POTRET INDONESIA</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_6yr-ZLOGeL8/SHz7wNOIbOI/AAAAAAAAABw/2_yzc8Huza8/s1600-h/Potret%2520Kemiskinan%2520Papua.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_6yr-ZLOGeL8/SHz7wNOIbOI/AAAAAAAAABw/2_yzc8Huza8/s200/Potret%2520Kemiskinan%2520Papua.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5223326473444158690" /&gt;&lt;/a&gt;
PR besar indonesia setelah hampir seabad menjadi sebuah bangsa setengah merdeka
bagaimanakah kita harus menyelesaikannya?
&lt;span id="fullpost"&gt;


&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://blog.bangka-belitung.info/eko/&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/940316795119483667-4222101537871257373?l=putrabangka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putrabangka.blogspot.com/feeds/4222101537871257373/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=940316795119483667&amp;postID=4222101537871257373&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940316795119483667/posts/default/4222101537871257373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940316795119483667/posts/default/4222101537871257373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrabangka.blogspot.com/2008/07/potret-indonesia.html' title='POTRET INDONESIA'/><author><name>Muhammad Azahari A.F*</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_6yr-ZLOGeL8/SHz7wNOIbOI/AAAAAAAAABw/2_yzc8Huza8/s72-c/Potret%2520Kemiskinan%2520Papua.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-940316795119483667.post-8584855384968424034</id><published>2008-07-15T11:58:00.000-07:00</published><updated>2008-07-15T12:06:12.942-07:00</updated><title type='text'>KELANGKAAN MINYAK TANAH</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_6yr-ZLOGeL8/SHzziNGc1dI/AAAAAAAAABA/Wh2nTx5fxnI/s1600-h/Minyak%2520Tanah2R.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_6yr-ZLOGeL8/SHzziNGc1dI/AAAAAAAAABA/Wh2nTx5fxnI/s200/Minyak%2520Tanah2R.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5223317436800751058" /&gt;&lt;/a&gt;
                      yang senang disengsarakan
                      yang susah ditelantarkan
Ini adalah potret sehari-hari yang tidak pernah luput dari sorotan media. apalagi kalau bukan soal kemelaratan yang semakin hari makin memilukan. 
&lt;span id="fullpost"&gt;

saya akan sangat senang bila ada yang mau mengajak saya untk mendiskusikan soal-soal ini.
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://blog.bangka-belitung.info/eko/&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/940316795119483667-8584855384968424034?l=putrabangka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putrabangka.blogspot.com/feeds/8584855384968424034/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=940316795119483667&amp;postID=8584855384968424034&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940316795119483667/posts/default/8584855384968424034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940316795119483667/posts/default/8584855384968424034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrabangka.blogspot.com/2008/07/blog-post_15.html' title='KELANGKAAN MINYAK TANAH'/><author><name>Muhammad Azahari A.F*</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_6yr-ZLOGeL8/SHzziNGc1dI/AAAAAAAAABA/Wh2nTx5fxnI/s72-c/Minyak%2520Tanah2R.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-940316795119483667.post-2977824846229049042</id><published>2008-07-15T01:55:00.000-07:00</published><updated>2008-07-15T01:56:53.223-07:00</updated><title type='text'>TEOLOGI PEMBEBASAN</title><content type='html'>TEOLOGI PEMBEBASAN PEREMPUAN 
Nasaruddin Umar
Islam sejak awal ditargetkan sebagai agama pembebasan, terutama pembebasan terhadap kaum perempuan. Bisa dibayangkan, bagaimana masyarakat Arab yang misoginis dan dikenal sering membunuh anak perempuan, tiba-tiba diperintah melakukan pesta syukuran (‘aqiqah) atas kelahiran anak perempuan, meskipun baru sebatas seekor kambing untuk anak perempuan dan dua ekor bagi anak  laki-laki. 
Bagaimana suatu masyarakat yang tidak mengenal konsep ahli waris dan saksi perempuan tiba-tiba diberi hak waris dan hak persaksian, meskipun baru dalam batas satu berbanding dua untuk anak laki-laki. Perempuan yang mati terbunuh tiba-tiba harus juga mendapatkan bagian dari denda (diyat), meskipun masih sebatas seperdua dari yang diperoleh laki-laki.

&lt;span id="fullpost"&gt;

Bagaimana perempuan yang tadinya dimitoskan sebagai “pelengkap” keinginan laki-laki (Adam) tiba-tiba diakui setara di depan Allah dan mempunyai hak dan kewajiban yang sama sebagai penghuni syurga (Q.S. al-Baqarah, 2:35). Bagaimana perempuan (Hawa) dicitrakan sebagai penggoda (temptator) laki-laki (Adam) tiba-tiba dibersihkan namanya dengan keterangan bahwa yang terlibat dalam dosa kosmis adalah kedua-duanya (Q.S. al-A'raf, 7:20). 
Islam adalah agama ketuhanan sekaligus agama kemanusiaan dan kemasyarakatan (Q.S.Ali 'Imran, 3:112).  Dalam pandangan Islam, manusia mempunyai dua kapasitas, yaitu sebagai hamba (‘abid) dan sebagai representasi Tuhan (khalifah), tanpa membedakan jenis kelamin, etnik, dan warna kulit (Q.S. al-Hujrat, 49:13). Kualitas kesalehan tidak hanya diperoleh melalui upaya pensucian diri (riyadlah nafsiyyah) melainkan juga kepedulian terhadap penderitaan orang lain (Q.S.Al-Ma'un, 107:1-7). Islam sejak awal menegaskan bahwa diskriminasi peran dan relasi jender adalah salahsatu pelanggaran hak asasi manusia yang harus dihapus (Q.S.al-Nisa', 4:75)
Islam memerintahkan menusia untuk memperhatikan konsep keseimbangan, keserasian, keselarasan, keutuhan; baik sesama umat manusia maupun dengan lingkungannya. Konsep relasi jender dalam Islam lebih dari sekedar mengatur keadilan jender dalam masyarakat, tetapi secara teologis dan teleologis mengatur pola relasi mikrokosmos (manusia), makrokosmos (alam), dan  Tuhan.  Hanya dengan demikian manusia dapat menjalankan fungsinya sebagai khalifah, dan hanya khalifah sukses yang dapat mencapai derajat abid sesungguhnya.
Islam memperkenalkan konsep relasi jender yang mengacu kepada  ayat-ayat substantif yang sekaligus menjadi tujuan umum syari'ah (maqashid al-syari'ah), antara lain: mewujudkan keadilan dan kebajikan (Q.S.al-Nahl, 16:90), keamanan dan ketenteraman (Q.S.Q.S.al-Nisa', 4:58),  dan menyeru kepada kebaikan dan mencegah kejahatan (Q.S.Ali 'Imran, 3:104). Ayat-ayat ini dijadikan kerangka dalam menganalisa relasi jender dalam Alquran.
Laki-laki dan perempuan mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam menjalankan peran khalifah dan hamba. Soal peran sosial dalam masyarakat,  tidak ditemukan ayat atau hadis yang melarang kaum perempuan aktif di dalamnya. Sebaliknya Alquran dan hadis banyak mengisyaratkan kebolehan perempuan  aktif menekuni berbagai profesi.


Pada awal-awal sejarah Islam, kaum perempuan memperoleh kemerdekaan dan suasana batin yang cerah. Rasa percaya diri mereka semakin kuat sehingga di antara mereka mencatat prestasi gemilang, bukan saja di dalam sektor domestik tetapi juga di sektor publik. Sayang sekali kenyataan seperti ini tidak berlangsung lama karena banyak faktor. Antara lain, semakin berkembangnya dunia Islam sampai kepada pusat-pusat kerajaan yang bercorak misoginis seperti Damaskus, Bagdad dan Persia. Di samping itu, unifikasi dan kodifikasi kitab-kitab hadis, tafsir, dan fikih, yang banyak dipengaruhi oleh budaya lokal, langsung atau tidak langsung mempunyai andil di dalam memberikan pembatasan hak dan gerak kaum perempuan.
Pada saat bersamaan, secara simultan berlangsung politik antropologi untuk melanggengkan tradisi patriaki yang menguntungkan kaum laki-laki. Berbagai nilai  diarahkan dan digunakan untuk mempertahankan keberadaan pola relasi jender yang berakar dalam masyarakat. Karena hal tersebut berlangsung cukup lama, maka pola itu mengendap di alam bawah sadar masyarakat, seolah-olah pola relasi jender adalah kodrat  (Arab: qudrah berarti ditentukan Tuhan). Bertambah kuat lagi setelah pola relasi kuasa (power relations) menjadi subsistem dalam masyarakat modern-kapitalis, yang kemudian melahirkan masyarakat new patriarchy.     
Semakin kuat pola relasi kuasa semakin besar pula ketimpangan peran jender di dalam masyarakat, karena seseorang akan diukur berdasarkan nilai produktifitasnya. Dengan alasan faktor reproduksi, maka produktifitas perempuan dianggap tidak semaksimal dengan laki-laki. Perempuan diklaim sebagai komunitas reproduksi, yang lebih tepat mengambil peran domestik, dan laki-laki diklaim sebagai komunitas produktif, yang lebih tepat mengambil peran publik. Akibatnya, terciptalah suatu masyarakat yang didominasi laki-laki (al-mujtama' al-abawiy).
Kalau dahulu agama (Islam) identik dengan isu dan wacana pembebasan perempuan, maka kini ada kecenderungan Islam yang identik dengan pembatasan terhadap perempuan. Di penghujung abad ini banyak negara Islam melakukan revolusi dan reformasi dengan mengambil tema keislaman. Namun demikian, seringkali yang terjadi di pasca-revolusi dan reformasi adalah pengekangan terhadap perempuan. Islamisasi suatu negara seolah-olah berarti “merumahkan” perempuan atau jilbabisasi perempuan. Iran, Pakistan, Aljazair, dan Afganistan dapat menjadi contoh dari fenomena tersebut. Bagaimana Islam dijadikan dalil untuk mencopot pegawai negeri di sejumlah daerah di Afghanistan dengan alasan perempuan tidak boleh bekerja di bidang publik.
Otonomisasi daerah di Indonesia dengan memberikan peran lebih besar kepada tokoh-tokoh adat dan agama setempat, tidak tertutup kemungkinan akan menjadikan perempuan sebagai sasaran dan obyek. Kita tentu sangat berharap agar Islam tidak lagi dijadikan sebagai suatu kekuatan ideologis yang menekan suatu kelompok atau jenis kelamin tertentu dan sebaliknya memberikan keuntungan kepada kelompok atau jenis kelamin tertentu.
________________________________________
Nasaruddin Umar. Dosen Pasca-Sarjana IAIN Jakarta.
  


&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://blog.bangka-belitung.info/eko/&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/940316795119483667-2977824846229049042?l=putrabangka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putrabangka.blogspot.com/feeds/2977824846229049042/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=940316795119483667&amp;postID=2977824846229049042&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940316795119483667/posts/default/2977824846229049042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940316795119483667/posts/default/2977824846229049042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrabangka.blogspot.com/2008/07/teologi-pembebasan_15.html' title='TEOLOGI PEMBEBASAN'/><author><name>Muhammad Azahari A.F*</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-940316795119483667.post-8110156984598963288</id><published>2008-07-14T12:19:00.000-07:00</published><updated>2008-07-14T12:21:30.883-07:00</updated><title type='text'>SAJAK-SAJAK</title><content type='html'>RENDRA, “Sajak Seonggok Jagung”
OLEH: RENDRA
Aku bertanya :
Apakah gunanya pendidikan
Bila hanya membuat seseorang menjadi asing
Ditengah kenyataan persoalannya?

Apakah gunanya pendidikan
Bila hanya mendorong seseorang
Menjadi layang-layang di ibukota
Kikuk pulang ke daerahnya?

Apakah gunanya seseorang
Belajar filsafat, sastra, teknologi, ilmu kedokteran atau apa saja
Bila pada akhirnya, ketika ia pulang ke daerahnya,
Lalu berkata “disini aku merasa asing dan sepi!”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://blog.bangka-belitung.info/eko/&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/940316795119483667-8110156984598963288?l=putrabangka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putrabangka.blogspot.com/feeds/8110156984598963288/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=940316795119483667&amp;postID=8110156984598963288&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940316795119483667/posts/default/8110156984598963288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940316795119483667/posts/default/8110156984598963288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrabangka.blogspot.com/2008/07/sajak-sajak.html' title='SAJAK-SAJAK'/><author><name>Muhammad Azahari A.F*</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-940316795119483667.post-5025479160225579093</id><published>2008-07-14T12:08:00.001-07:00</published><updated>2008-07-14T12:11:25.595-07:00</updated><title type='text'>RESENSI BUKU</title><content type='html'>Mereka Masih Saja Tersisih
Judul               : Orang Desa ‘Anak Tiri Perubahan’
Penulis            : Madekhan Ali
Penerbit          : Averroes Press
Cetakan          : Pertama, april 2007
Tebal               : 210 halaman
Presensi          : Muhamad Azhari A.F*



‘’Buku ini berupaya menyajikan praksis pembangunan pedesaaan kontemporer, terutama ketika desentralisasi kekuasaan bergulir di Indonesia’’ (Madekhan Ali).
            Tak disangkal, desa merupakan unit terbawah dalam sistem pemerintahan di Idonesia. Meski secara akedemis desa merupakan parameter; apakah sebuah bangsa itu makmur atau tidak, adil atau tidak, bermartabat atau tidak. Namun hinggga kini desa tetap saja anak tiri. Teralienasi dari hingar-bingar demokratiasi, terdepak dari perubahan, bahkan sering dilupakan.

&lt;span id="fullpost"&gt;

            Di zaman penjajahan meski secara ekonomi politik, peran desa dianggap sebagai organisasi kekuasaan yang berotonomi, namun dibalik itu desa hanyalah senjata penetrasi sekaligus lahan ekspliotasi. Situasi ini berlanjut hingga orde lama, meski dengan pola yang sedikit berbeda. Pada masa ini grass root terkait langsung dengan partai-partai politik dan organisasi. Hal ini membawa desa pada ketertinggalan ekonomi dan terkikisnya keharmonisan diantara masyarakatnya. lebih dari itu politik pedesaan-pun belum mencerminkan artikulasi kepentingan rasional rakyat di Desa.
            Orde baru memposisikan desa sebagai top-down bureaucratic approach yang hanya berorientasi pada target. Melalui birokrasi ditingkat lokal rezim tiran ini mendorong terlaksananya kapitalisasi pertanian di tingkat Desa. Pemerintah diharuskan mencapai target-target yang telah ditentukan dari atas untuk menekan para petani dibawahnya agar menerapkan pertanian yang di dasarkan pada teori-teori modernisasi (M.Mas’ud S, kata pengantar, hal x).
            Pemberlakuan otonomi daerah dengan beragam semangat dan 3 prinsip good and clean government, (transparansi, partisipasi dan akuntabilatas-nya), juga tak semerta-merta menyelesaikan soal-soal ketimpangan diranah desa. Sebabnya tak lain, kebijakan tersebut luput dalam melihat berbagai prasyarat dalam mewujudkan visi desentralisasi. Disini otonomi daerah dalam implementasinya justru dijadikan sebagai arena komparomi elit politik daerah untuk memenuhi kepentingan-kepentingan kelompok mereka. Dalam konteks ini apakah otonomi daerah bisa berdampak langsung pada desa. Ah, rasanya diranah ini wong ndeso masih akan terus tersisih.   
Kesadaran bahwa ‘manusia desa’ telah lekat dengan entitas lapis bawah, subyek pembodohan, sasaran pemiskinan, kian menambah pesimisme pembangunan desa. Padahal tak sedikit kritik-kritik konstruktif maupun saran-saran politis yang menyuarakan nada optimis bahwa Desa mampu bangkit dengan inisisi orang-orangnya. dan buku ini merupakan bagian dari suara itu. 
            Madekhan Ali, dalam karyanya ini mencoba menyeruak berbagai varian yang menjadi kelemahan dalam upaya-upaya pembangunan desa. Meski dengan teori pembangunan yang sudah memudar namun berbagai data dan fakta yang aktual menjadikan karya ini layak di apresiasi. 
Melalui karya ini kita digiring untuk melihat wajah komunalisme dan kemiskinan di pedesaan. Kita juga diajak melihat berbagai sketsa desa dalam pembangunan. Dengan spirit ‘pembangunan berbasis Desa’ euphoria rakyat melawan marjinalisasi, melakukan pemantauan terhadap kebijakan daerah, pembaca diseret untuk optimis terhadap pemberdayaan masyarakat Desa. Desentralisasi yang telah bergulir pasca runtuhnya rezim totalitarian Orba menjadi tantangan sekaligus peluang yang harus dijawab langsung oleh masyrakat di pedesaan.   
           
Penulis adalah pemerhati-masalah-masalah pedesaan, selain itu juga aktif pada Front Mahasiswa Nasional, Yogyakarta. Beralamat di Sapen Jl.Bimokurdo No 51 Yogyakarta 55221. Tlp. 085 238 501 335. Rek BNI Cab UGM No 793 409 45 a/n M.Azhari

&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://blog.bangka-belitung.info/eko/&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/940316795119483667-5025479160225579093?l=putrabangka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putrabangka.blogspot.com/feeds/5025479160225579093/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=940316795119483667&amp;postID=5025479160225579093&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940316795119483667/posts/default/5025479160225579093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940316795119483667/posts/default/5025479160225579093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrabangka.blogspot.com/2008/07/mereka-masih-saja-tersisih-judul-orang.html' title='RESENSI BUKU'/><author><name>Muhammad Azahari A.F*</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-940316795119483667.post-1244824547479655268</id><published>2008-07-14T11:50:00.000-07:00</published><updated>2008-07-14T12:00:45.781-07:00</updated><title type='text'>ISLAM SEBAGAI IDEOLOGI</title><content type='html'>Islam Sebagai Mabda’ (Ideologi)
Mabda’ merupakan istilah bahasa Arab yang dapat diterjemahkan sebagai ideologi, namun bukan ideologi dalam pengertian yang sempit, sebagaimana dalam pandangan sekularisme. Menurut Muhammad Muhammad Ismail dalam bukunya, Al-Fikr al-Islâmi (hlm. 9–11), yang disebut dengan mabda’ adalah akidah/keyakinan yang digali dari proses berpikir, yang kemudian melahirkan sistem atau aturan-aturan (‘aqîdah ‘aqliyyah yanbatsiqu ‘anhâ nizhâm). Menurut definisi ini, sebuah akidah/keyakinan disebut sebagai mabda’ (ideologi) jika memiliki dua syarat: (1) bersifat ‘aqliyyah; (2) memiliki sistem/aturan.
Akidah, dalam hal ini, bisa dimaknai sebagai pemikiran yang bersifat integral (menyeluruh) mengenai alam semesta, manusia, dan kehidupan ini; mengenai keadaan sebelum dan setelah kehidupan dunia; juga mengenai hubungan antara kehidupan dunia dengan kehidupan sebelum dan sesudah dunia.
Sedangkan sistem aturan yang dimaksud mencakup berbagai pemecahan atas berbagai problem kehidupan (baik pribadi, keluarga, masyarakat maupun negara; menyangkut persoalan ibadah, akhlak, sosial, politik, ekonomi, dan budaya); juga mencakup cara untuk menerapkan berbagai pemecahan tersebut serta cara memelihara sekaligus menyebarkan akidah tersebut (An-Nabhani, Nizhâm al-Islâm , hlm. 22).

&lt;span id="fullpost"&gt;

‘Aqîdah ‘aqliyyah plus berbagai pemecahannya disebut dengan fikrah (ide/konsep). Sedangkan cara untuk menerapkan berbagai pemecahan tersebut serta cara untuk memelihara sekaligus menyebarkan akidah tersebut disebut dengan tharîqah (metode operasional)—untuk menerapkan fikrâh yang dimaksud. Walhasil, yang dimaksud dengan mabda’ (ideologi), dalam hal ini, bukan semata-mata berupa pemikiran teoritis, melainkan pemikiran yang dapat dijelmakan secara operasional dalam realitas kehidupan.
Merujuk pada pengertian di atas, agama-agama selain Islam tidak dapat dikategorikan sebagai mabda’ (ideologi). Alasannya: (1) Agama-agama di luar Islam bukanlah akidah/keyakinan yang bersifat ‘aqliyyah tetapi lebih bersifat taslîmiyyah (semata-mata didasarkan pada kepasrahan/ketundukan tanpa reserve [tidak digali dari proses berpikir]); (2) Agama-agama di luar Islam tidak memiliki sistem/aturan untuk mengatur kehidupan manusia, kecuali semata-mata menyangkut masalah ritual, spiritual, dan moral belaka. Karena itu, Islam tidak layak disejajarkan—apalagi disamakan—dengan agama-agama lain yang hanya berkutat dalam masalah ritual, spiritual, dan moral belaka. Sebagai mabda’ (ideologi), Islam hanya layak disejajarkan—meskipun jelas tidak bisa disamakan—dengan dua ideologi lain yang ada di dunia, yakni: kapitalisme-sekular dan sosialisme-komunis. Bedanya, Islam satu-satunya mabda’ (ideologi) yang sahih, karena bersumber dari Allah sang Pencipta, sedangkan dua ideologi lainnya adalah sesat karena semata-mata lahir dari akal manusia yang serba lemah.
Akidah, Islam menegaskan bahwa semua yang ada di alam ini diciptakan oleh Allah SWT (QS Thaha [20]: 14; QS al-Baqarah [2]: 22). Allah SWT tidak hanya menciptakan aturan bagi alam semesta (berupa hukum alam/sunatullah), melainkan juga menurunkan aturan (berupa hukum Islam) untuk mengatur kehidupan manusia, sebagaimana yang termaktub di dalam wahyu-Nya. Karena Allah telah menentukan hukum-Nya untuk mengatur kehidupan manusia, jelas manusia tidak boleh membuat lagi aturan lain sekehendak hawa nafsunya. Hanya Allah sajalah yang berhak menentukan hukum dan aturan bagi manusia (QS al-Baqarah [2]: 2; QS al-Qadr [97]: 1, QS an-Nahl [16]: 103; QS Yusuf [12]: 40), yang dibawa oleh Rasulullah (QS al-Fath [48]: 28-29; QS ash-Shaf [61]: 9). Karena itu, semua yang terdapat di dalam al-Quran harus diikuti (QS al-Hasyr [59] : 7; QS al-Baqarah [2] : 4). Apalagi, sebab utama (raison d’etre) dari penciptaan manusia sendiri (termasuk jin) adalah untuk beribadah kepada Allah dalam arti luas (QS adz-Dzariyat [51]: 56). Muhammad Quthub dalam bukunya, Mafâhîm Yanbagi an Tushahah , memaknai ibadah dalam pengertian luas ini sebagai ketaatan, ketundukan, dan kepatuhan kepada Allah dengan mengikatkan diri dengan syariat-Nya (hukum Islam) dalam segala aspek kehidupan.
Memang, manusia bebas memilih untuk mengikuti ataupun melanggar aturan yang Allah turunkan (QS al-Balad [90]: 10). Akan tetapi, pada Hari Kiamat nanti manusia akan dibangkitkan dan dihisab atas pilihannya itu. (QS al-Mukminun [23]: 16; QS ar-Ra’du [13]: 40-41; QS al-Insyiqaq [84]: 8; QS al-Ghasiyah [88]: 26). Ujung-ujungnya, ada manusia yang dimasukkan oleh Allah SWT ke dalam surga, ada pula yang ke neraka (QS al-Baqarah [2]: 25; QS ad-Dukhan [44]: 51-55; QS al-Waqi’ah [55]: 41-43).
Berdasarkan bahasan di atas, jelaslah, akidah Islam menetapkan bahwa sebelum ada kehidupan dunia ini ada Allah Pencipta manusia, alam semesta, dan kehidupan; bahwa Allah Pencipta manusia telah menurunkan aturan-aturan-Nya ke dunia ini untuk mengatur kehidupan manusia; dan bahwa manusia akan menuju alam akhirat dengan dimasukkan ke dalam surga atau neraka—begantung pada terikat-tidaknya dirinya dengan aturan-aturan-Nya. Itulah realitas akidah Islam yang harus diyakini oleh setiap Muslim.
Karena itu, agama Islam tidak boleh dipisahkan dari kehidupan. Seorang Muslim diperintahkan untuk menaati Allah SWT di rumah, di pasar, di mal, di kendaraan, di kantor, di masjid, di ruang pertemuan, di mess, di hotel, dan di setiap tempat. Demikian juga ketika makan, minum, berpakaian, berakhlak, beribadah, dan berbagai muamalah.
Berdasarkan hal ini, jelas sekali, seorang Muslim diperintahkan untuk selalu melakukan perbuatannya sesuai dengan perintah dan larangan Allah SWT. Semua itu tidak lain semata-mata dalam rangka mencapai kebahagiaan sejati berupa keridhaan Allah SWT yang salah satu wujudnya adalah surga yang penuh kenikmatan, yang telah dijanjikan-Nya. Seorang Muslim akan merasa tenteram dan bahagia saat berhasil melakukan ketaatan kepada Allah SWT. Sebaliknya, ia akan bersedih jika melanggar hukum-hukum Allah SWT. Beginilah akidah Islam sebagai qiyâdah fikriyyah , yang memimpin penganutnya untuk senantiasa menjadikan dirinya sebagai hamba Allah yang selalu patuh dan taat kepada-Nya.
Pada sisi lain, akidah Islam juga menjelaskan berbagai pemecahan masalah kehidupan yang dapat digali dari sumber-sumber hukum Islam: al-Quran, Hadis Nabi saw., Ijma Sahabat, dan Qiyas syar’iyyah . Dari sinilah lahir hukum-hukum Islam yang mengatur hubungan laki-laki dengan perempuan seperti bergaul, meminang, menikah, nafkah, mengurus anak, persoalan nasab, perwalian, dan waris—yang tercakup dalam sistem sosial (nizhâm ijtimâ‘i) Islam; yang mengatur kepemilikan berikut sebab-sebab dan jenis-jenisnya, berbagai jenis akad dalam muamalah, perseroan dan perusahaan, kebijakan-kebijakan untuk mengentaskan kemiskinan, lembaga perekonomian—yang tercakup dalam sistem ekonomi (nizhâm iqtishâdi) Islam; yang mengatur pemerintahan dan bentuknya, kepemimpinan dan syarat-syaratnya, lembaga-lembaga pemerintahan, perang dan damai, hubungan luar negeri, partai politik, dan persoalan-persoalan lain—yang tercakup dalam sistem pemerintahan (nizhâm al-hukm) Islam; juga yang mengatur masalah persanksian dan jenis-jenisnya (hudûd, jinâyat, ta‘zîr, mukhâlafât), hal-hal yang menyangkut persaksian, penyidikan dan penyelidikan, dan pembuktian—yang tercakup dalam sistem persanksian (nizhâm ‘uqûbât) Islam. Begitu pula menyangkut sistem-sistem Islam lainnya.
Sistem Islam Wajib Diterapkan
Walhasil, jelas bahwa Islam adalah satu-satunya agama sekaligus ideologi yang sahih di sisi Allah SWT, sebagaimana firman-Nya:Sesungguhnya dîn yang benar di sisi Allah adalah Islam. (QS. Ali Imran [3]: 19).
Lebih tegas lagi Allah SWT menyatakan:Siapa saja menjadikan selain Islam sebagai dîn, maka tidak akan diterima dan di akhirat kelak dia termasuk orang yang rugi . (QS Ali Imran [3]: 85 ).
Dengan nada yang sama Allah SWT memberitahukan:Dia-lah Yang mengutus Rasul-Nya (Muhammad) dengan membawa petunjuk dan agama yang haq untuk dimenangkannya atas semua agama. Cukuplah Allah sebagai Saksi. (QS al-Fath [48]: 28).
Maksudnya, Islam akan senantiasa mengungguli seluruh dîn (keyakinan, agama, ideologi) para penghuni bumi, baik orang Arab maupun bukan; berbagai kelompok; dan kaum musyrik (Lihat: Ibn Katsir, Tafsîr al-Qur’ân al ‘Azhîm, IV/246).
Kemenangan atau keunggulan Islam atas yang lain jelas hanya terjadi ketika Islam ditampilkan secara utuh sebagai sebuah mabda’ (ideologi) sebagaimana dulu pernah dibuktikan selama hampir 13 abad lamanya; bukan semata-mata sebagai agama ritual, spiritual, dan moral belaka. Islam seperti inilah yang diperintahkan Allah SWT untuk menjadi pandangan hidup dan pengatur masyarakat. Wallâhu a‘lam. (Hisbut Thahrir)

&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://blog.bangka-belitung.info/eko/&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/940316795119483667-1244824547479655268?l=putrabangka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putrabangka.blogspot.com/feeds/1244824547479655268/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=940316795119483667&amp;postID=1244824547479655268&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940316795119483667/posts/default/1244824547479655268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940316795119483667/posts/default/1244824547479655268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrabangka.blogspot.com/2008/07/islam-sebagai-mabda-ideologi-mabda.html' title='ISLAM SEBAGAI IDEOLOGI'/><author><name>Muhammad Azahari A.F*</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-940316795119483667.post-840216316041024341</id><published>2008-07-14T11:21:00.000-07:00</published><updated>2008-07-14T11:26:08.903-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_6yr-ZLOGeL8/SHuaNIJ97zI/AAAAAAAAAAs/xk_du9REwQ0/s1600-h/023505p.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5222937743184490290" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_6yr-ZLOGeL8/SHuaNIJ97zI/AAAAAAAAAAs/xk_du9REwQ0/s200/023505p.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://blog.bangka-belitung.info/eko/&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/940316795119483667-840216316041024341?l=putrabangka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putrabangka.blogspot.com/feeds/840216316041024341/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=940316795119483667&amp;postID=840216316041024341&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940316795119483667/posts/default/840216316041024341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940316795119483667/posts/default/840216316041024341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrabangka.blogspot.com/2008/07/blog-post.html' title=''/><author><name>Muhammad Azahari A.F*</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_6yr-ZLOGeL8/SHuaNIJ97zI/AAAAAAAAAAs/xk_du9REwQ0/s72-c/023505p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-940316795119483667.post-6822791763049697022</id><published>2008-07-14T11:14:00.000-07:00</published><updated>2008-07-15T01:53:24.661-07:00</updated><title type='text'>KABAR HUKUM</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;Senin, 14 Juli 2008  12:32 WIB
JAKARTA, SENIN - Terdakwa kasus dugaan suap jaksa Kejaksaan Agung, Artalyta Suryani, menyesal telah bersikap terlalu baik kepada orang lain. Pasalnya, sikap dermawan tersebut telah menyeretnya ke balik jeruji besi."Ternyata perbuatan terlalu baik (meminjamkan uang kepada Urip) berakibat tidak baik bagi diri sendiri. Kalau bahasa Inggrisnya too good is not good. Kalau kata Injil, kasihilah musuhmu, jika ditampar pipi kiri, berilah pipi kananmu," ujarnya di tengah persidangan, Senin (14/7).Dalam persidangan, Artalyta bersikeras uang yang diberikannya kepada Urip Tri Gunawan adalah pinjaman, bukan suap. Artalyta dituntut hukuman lima tahun penjara oleh jaksa penuntut umum.
 &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://blog.bangka-belitung.info/eko/&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/940316795119483667-6822791763049697022?l=putrabangka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putrabangka.blogspot.com/feeds/6822791763049697022/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=940316795119483667&amp;postID=6822791763049697022&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940316795119483667/posts/default/6822791763049697022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940316795119483667/posts/default/6822791763049697022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrabangka.blogspot.com/2008/07/artalyta-kembali-makan-korban.html' title='KABAR HUKUM'/><author><name>Muhammad Azahari A.F*</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-940316795119483667.post-4357591720724361105</id><published>2008-07-09T13:40:00.000-07:00</published><updated>2008-07-14T11:42:28.723-07:00</updated><title type='text'>SEJARAH POLITIK; MUHAMMAD NATSIR</title><content type='html'>Pendahuluan 
Kalau ada seorang muslim yang paling berpengaruh di Indonesia salah satunya adalah Mohammad Natsir, tokoh reformis, religius dan nasionalis, tokoh yang sangat berpengaruh dalam upaya pergulatan kemerdekaan dan pembentukan Negara Republik Indonesia bersama Sukarno, Mohammad Hatta, Syafruddin Prawiranegara, Mohammad Roem dan Sutan Syahrir. 
Mohammad Natsir adalah dai pejuang Islam yang mencoba mewarnai negara ini dengan nilai-nilai Islam yang aplikatif, bukan Islam politik tetapi mengaplikasikan nilai-nilai Islam yang universal dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ini berbanding lurus dengan salah satu pemikiran beliau yang mencerminkan personifikasinya yang anti sekulerisme, menurut beliau tidak ada pemisahan antara agama dengan kehidupan nyata, dengan menolak bentuk negara dengan ideologi sekulerisme dan westernisasi ala Mustafa Kamal Attaturk di Turki.
&lt;span id="fullpost"&gt;
Pendapat beliau tentang sekularisme adalah suatu cara hidup yang mengandung paham, tujuan dan sikap hanya didalam batas keduniaan. Ia tidak mengenal akhirat, Tuhan dan sebagainya. Walaupun mereka mengakui adanya Tuhan, tetapi dalam persoalan hidup sehari hari umpanya, seorang sekuleris tidak menganggap perlu hubungan jiwa dengan Tuhan, baik dalam sikap, tingkah laku dan tindakan sehari-hari, maupun dalam arti doa dan ibadah. Pemikiran beliau menjadi penting untuk diulas dalam konteks kekinian karena menyangkut beberapa aspek kehidupan yang penting bagi umat yang saat ini kehilangan ruh keislaman yaitu ”Islamisasi hayah” menjadikan Islam sebagai jalan hidup dalam semua aspek kehidupan riil tanpa terkecuali dan menjadikan Islam sebagai solusi sosial, ekonomi, budaya dan politik, serta menjadikan politik bagian dari perjuangan Islam di Indonesia. Beliau tidak mentabukan Islam terjun didunia politik yang justru merupakan titik lemah umat Islam di Indonesia, mayoritas tetapi terpinggirkan dalam kancah kehidupan berbangsa dan bernegara. 
Pemikiran Mohammad Natsir menjadi penting dan relevan untuk dikaji ditengah kenyataan kondisi umat yang membutuhkan stimulan dan daya lecut kebangkitan Islam, mencari jalan keluar dari cengkraman hegemoni barat. 

Sejarah Hidup 
Mohammad Natsir lahir di Minangkabau, Sumatera Barat pada 17 Juli 1908 dan wafat di Jakarta, 6 Februari 1993 adalah pemimpin Masyumi dan salah seorang tokoh politik dan tokoh Islam di Indonesia. Kedua orang tuanya berasal dari Maninjau. Ayahnya Idris Sutan Saripado adalah pegawai pemerintah dan pernah menjadi Asisten Demang di Bonjol. Natsir adalah anak ketiga dari empat bersaudara. Dia kemudian diangkat menjadi penghulu atau kepala suku Piliang dengan gelar Datuk Sinaro Panjang di Pasar Maninjau. Natsir pada mulanya sekolah di Sekolah Dasar pemerintah di Maninjau, kemudian HIS pemerintah di Solok, HIS Adabiyah di Padang, HIS Solok dan kembali HIS pemerintah di Padang. Natsir kemudian meneruskan studinya di Mulo Padang, seterusnya AMS A 2 (SMA jurusan Sastra Barat) di Bandung. Walaupun akan mendapatkan beasiswa seperti di Mulo dan AMS untuk belajar di Fakultas Hukum di Jakarta atau Fakultas Ekonomi di Rotterdam, dia tidak melanjutkan studinya dan lebih tertarik pada perjuangan Islam. 
Pendidikan agama mulanya diperoleh dari orang tuanya, kemudian ia masuk Madrasah Diniyah di Solok pada sore hari dan belajar mengaji Al Qur’an pada malam hari di surau. Pengetahuan agamanya bertambah dalam di Bandung ketika dia berguru kepada ustaz Abbas Hasan, tokoh Persatuan Islam di Bandung. Kepribadian A Hasan dan tokoh-tokoh lainnya yang hidup sederhana, rapi dalam bekerja, alim dan tajam argumentasinya dan berani mengemukakan pendapat tampaknya cukup berpengaruh pada kepribadian Natsir kemudian. Natsir mendalami Islam, bukan hanya mengenai teologi (tauhid), ilmu fiqih (syari’ah), tafsir dan hadis semata, tetapi juga filsafat, sejarah, kebudayaan dan politik Islam. Di samping itu ia juga belajar dari H. Agus Salim, Syekh Ahmad Soorkati, HOS Cokroaminoto dan A.M. Sangaji, tokoh-tokoh Islam terkemuka pada waktu itu, beberapa di antaranya adalah tokoh pembaharu Islam yang mengikuti pemikiran Mohammad Abduh di Mesir. Pengalaman ini semua memperkokoh keyakinan Natsir untuk berjuang dalam menegakkan agama Islam. 
Pengalaman organisasinya mulai ketika dia masuk Jong Islamieten Bond (JIB) di Padang. Di Bandung dia menjadi wakil ketua JIB pada 1929-1932, menjadi ketua Partai Islam Indonesia cabang Bandung, dan pada tahun empat puluhan menjadi anggota Majlis Islam A’la Indonesia (MIAI), cikal bakal partai Islam Masyumi (Majlis Syura Muslimin Indonesia) yang kemudian dipimpinnya. Ia menjalin hubungan dengan tokoh politik seperti Wiwoho yang terkenal dengan mosinya “Indonesia Berparlemen” kepada pemerintah Belanda, dengan Sukarno, dan tokoh politik Islam lainnya yang kemudian menjadi tokoh Masyumi, seperti Kasman Singodimejo, Yusuf Wibisono dan Mohammad Roem. 
Berbeda dengan tokoh pergerakan lainnya, sejak semula Natsir juga bergerak di bidang dakwah untuk membina kader. Pada mulanya ia aktif dalam pendidikan agama di Bandung, kemudian mendirikan lembaga Pendidikan Islam (Pendis) yang mengasuh sekolah dari TK, HIS, Mulo dan Kweekschool yang dipimpinnya 1932-1942.Di samping itu ia rajin menulis artikel di majalah terkemuka, seperti Panji Islam, Al Manar, Pembela Islam dan Pedoman Masyarakat. Dalam tulisannya dia membela dan mempertahankan Islam dari serangan kaum nasionalis yang kurang mengerti Islam seperti Ir. Sukarno dan Dr. Sutomo. Khusus dengan Sukarno, Natsir terlibat polemik hebat dan panjang antara tahun 1936-1940an tentang bentuk dan dasar negara Indonesia yang akan didirikan. Natsir menolak ide sekularisasi dan westernisasi ala Turki di bawah Kemal Attaturk dan mempertahankan ide kesatuan agama dan negara. Tulisan-tulisannya yang mengeritik pandangan nasionalis sekuler Sukarno ini kemudian dibukukan bersama tulisan lainnya dalam dua jilid buku Capita Selecta. 
Kegiatan politik Natsir menonjol sesudah dibukanya kesempatan mendirikan partai politik pada bulan November 1945. Bersama tokoh-tokoh Islam lainnya seperti Sukiman dan Roem, dia mendirikan partai Islam Masyumi, menjadi anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) dan anggota Badan Pekerja KNIP. Dalam kabinet Syahrir I dan II (1946-1947) dan dalam kabinet Hatta 1948 Natsir ditujuk sebagai Menteri Penerangan. Sebagai menteri, tanpa rasa rendah diri dia menerima tamunya di kantor menteri dengan pakaian amat sederhana, ditambal, sebagaimana ditulis kemudian oleh Prof. George Kahin, seorang ahli sejarah Indonesia berkebangsaan Amerika yang waktu itu mengunjunginya di Yogya. 
Ketika terbentuknya negara RIS sebagai hasil perjanjian KMB pada akhir Desember 1949, Natsir memelopori kembali ke negara kesatuan RI dengan mengajukan Mosi Integral kepada parlemen RIS pada tanggal 3 April 1950. Bersama dengan Hatta yang juga menjabat sebagai Perdana Menteri RIS, ide ini tercapai dengan dibentuknya negara kesatuan RI pada 17 Agustus 1950. Mungkin atas jasanya itu, Natsir ditunjuk sebagai Perdana Menteri oleh Sukarno, atau juga karena pengaruhnya yang besar, sebagaimana kemudian terlihat dari hasil Pemilu 1955. 
Tidaklah mudah menjadi Perdana Menteri dalam keadaan sulit ketika itu. Hampir di semua daerah terdapat perasaan bergalau akibat perang yang menimbulkan rasa ketidak-puasan di mana-mana. Beberapa tokoh yang selama ini berjuang untuk Republik berontak, seperti Kartosuwiryo dan kemudian Kahar Muzakkar. Pengikut RMS dan Andi Azis yang berontak kepada Hatta masih belum tertangani. MMC (Merapi Merbabu Complex) yang beraliran komunis berontak di Jawa Tengah. Daud Beureuh menolak menggabungkan Aceh ke dalam propinsi Sumatera Utara. Walaupun kemudian Natsir pada bulan Januari 1951 berhasil membujuk Daud Beureuh yang sengaja berkunjung ke Aceh sesudah Assaat dan Syafruddin gagal meyakinkannya, namun Daud Beureuh meninggalkan pemerintahan dan pulang kekampungnya di Pidie. Dengan berat hati Natsir terpaksa membekukan DPR Sumatera Tengah dan mengangkat gubernur Ruslan Mulyoharjo sebagai gubernur. Dalam waktunya yang pendek (September 1950-April 51) Natsir membawa RI dari suasana revolusi ke suasana tertib sipil dan meletakkan dasar politik demokrasi dengan menghadapi bermacam kendala, termasuk perbedaan pendapat dengan Sukarno dan partainya PNI. 
Sesudah meletakkan jabatannya di pemerintahan, Natsir aktif dalam perjuangan membangun bangsa melalui partai dan menjadi anggota parlemen. Pada pemilihan umum 1955 Partai Islam Masyumi yang dipimpinnya mendapat suara kedua terbanyak sesudah PNI walaupun memperoleh kursi yang sama dengan PNI. Pada sidang-sidang konstituante antara 1956-1957 dengan gigih dia mempertahankan pendiriannya untuk menjadikan Islam sebagai dasar negara. Sebelum sidang konstituante ini berhasil menetapkan Anggaran Dasar Negara, Sukarno memaklumkan kembali ke UUD 1945 dan membubarkan parlemen serta konstituante hasil pemilu (melalui Dekrit 5 juli 1959 --FF). Natsir menjadi penantang ide dan politik Sukarno yang gigih dan teguh. 
Penantangannya kepada Sukarno terutama karena Sukarno kemudian berubah menjadi pemimpin yang otoriter dan menggenggam kekuasaan di tangannya sendiri dengan bekerjasama dengan Partai Komunis Indonesia dan partai lain yang mau menuruti kemauan Sukarno. Bukan saja Natsir, Hatta pun malah juga terdesak. Hatta meletakkan jabatannya sebagai usaha mengembalikan presiden Sukarno ke jalur yang benar, tapi hal itu malah makin membuat Sukarno leluasa. Natsir makin terjepit karena pengaruh PKI yang anti Islam. 
Pergolakan politik akibat perebutan hegemoni Islam dan non Islam yang mencuat secara demokratis di parlemen diikuti pula oleh kekisruhan ekonomi dan politik secara tidak terkontrol di luar parlemen. Hal ini berujung dengan munculnya kegiatan kedaerahan yang berpuncak pada pemberontakan daerah dan PRRI pada tahun 1958. Natsir yang dimusuhi Sukarno bersama Sjafruddin Prawiranegara dan Burhanuddin Harahap melarikan diri dari Jakarta dan ikut terlibat dalam gerakan itu. Karena itu partai Masyumi dan PSI Syahrir dipaksa membubarkan diri oleh Sukarno. 
Ketika PRRI berakhir dengan pemberian amnesti, Natsir bersama tokoh lainnya kembali, namun kemudian ia dikarantina di Batu, Jawa Timur (1960-62), kemudian di Rumah Tahanan Militer Jakarta sampai dibebaskan oleh pemerintahan Suharto tahun 1966. Ia dibebaskan tanpa pengadilan dan satu tuduhanpun kepadanya. 
Walaupun tidak lagi dipakai secara formal, Natsir tetap mempunyai pengaruh dan menyumbang bagi kepentingan bangsa, misalnya ikut membantu pemulihan hubungan Indonesia dengan Malaysia. Melalui hubungan baiknya, Natsir menulis surat pribadi kepada Perdana Menteri Malaysia Tungku Abdul Rahman guna mengakhiri konfrontasi Indonesia-Malaysia yang kemudian segera terwujud. 
Karena tidak mungkin lagi terjun ke politik, Natsir mengalihkan kegiatannya, berdakwah melalui perbuatan nyata dalam memperbaiki kehidupan masyarakat. Pada tahun 1967 dia mendirikan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia yang aktif dalam gerakan amal.Lembaga ini dengan Natsir sebagai tokoh sentral, aktif berdakwah bukan saja kepada masyarakat dan para mahasiswa di Jakarta dan kota lainnya, tapi juga di daerah terasing, membantu pendirian rumah sakit Islam dan pembangunan mesjid, dan mengirim mahasiswa tugas belajar mendalami Islam di Timur Tengah. Bahkan di antara mahasiswa ini kemudian menjadi tokoh nasional yang religius seperti Amien Rais Yusril Ihza Mahendra, dan Nurchalis Majid, di antara beberapa tokoh penggerak orde reformasi yang mengganti orde Suharto. 
Kegiatan dakwahnya ini telah menyebabkan hubungannya dengan masyarakat luas tetap terpelihara, hidup terus sebagai pemimpin informal. Kegiatan ini juga membawa Natsir menjadi tokoh Islam terkenal di dunia internasional dengan menjadi Wakil Presiden Kongres Islam se dunia (Muktamar Alam Islami) yang berkedudukan di Karachi (1967)dan anggota Rabithah Alam Islami (1969) dan anggota pendiri Dewan Masjid se Dunia (1976) yang berkedudukan di Mekkah. Di samping bantuan para simpatisannya di dalam negeri, badan-badan dunia ini kemudian banyak membantu gerakan amal DDII, termasuk pembangunan Rumah Sakit Islam di beberapa tempat di Indonesia. Pada tahun 1987 Natsir menjadi anggota Dewan Pendiri The Oxford Center for Islamic Studies, London. 
Namun kebebasannya hilang kembali karena ia ikut terlibat dalam kelompok petisi 50 yang mengeritik Suharto pada tahun 1980. Ia dicekal dalam semua kegiatan, termasuk bepergian ke luar negeri. Sejak itu Natsir aktif mengendalikan kegiatan dakwah di kantor Dewan Dakwah Salemba Jakarta yang sekalian berfungsi sebagai masjid dan pusat kegiatan diskusi, serta terus menerus menerima tamu mengenai kegiatan Islam. 
Atas segala jasa dan kegiatannya pada tahun 1957 Natsir memperoleh bintang kehormatan dari Republik Tunisia untuk perjuangannya membantu kemerdekaaan Negara-negara Islam di Afrika Utara. Tahun 1967 dia mendapat gelar Doktor HC dari Universitas Islam Libanon dalam bidang politik Islam, menerima Faisal Award dari kerajaan Saudi Arabia pada tahun 1980 untuk pengabdiannya pada Islam dan Dr HC dari Universitas Sains dan Teknologi Malaysia pada tahun 1991 dalam bidang pemikiran Islam. 
Pada tanggal 7 Februari 1993 Natsir meninggal dunia di Jakarta dan dikuburkan di TPU Karet, Tanah Abang. Ucapan belasungkawa datang tidak saja dari simpatisannya di dalam negeri yang sebagian ikut mengantar jenazahnya ke pembaringan terakhir, tapi juga dari luar negeri, termasuk mantan Perdana Menteri Jepang, Takeo Fukuda yang mengirim surat duka kepada keluarga almarhum dan bangsa Indonesia. 
Walaupun telah tiada, buah karya dan pemikirannya dapat dibaca dari puluhan tulisannya yang sudah beredar, mulai dari bidang politik, agama dan sosial, di samping lembaga-lembaga amal yang didirikannya. Perkawinannya dengan Nur Nahar, aktifis JIB pada tahun 1934 di Bandung telah memberinya enam orang anak. 
Di antara karya-karyanya: 
Cultuur Islam, bersama CP Wolf Kemal Schoemaker, Pendidikan Islam, 1936 
Persatuan Agama dengan Negara, Padang, 1968 
Islam dan Kristen di Indonesia, Pelajar, 1969 
Capita Selecta, Bulan Bintang, 1973 
The New Morality, Disusun bersama SU Bajasut, 1969 
Islam dan Akal Merdeka, Hudaya, 1970 

Pemikiran Mohammad Natsir 
Pemikiran politik Natsir adalah pemikiran politik Islam, pandangan Natsir tentang Islam adalah agama pembebasan yang menegakan kemerdekaan jiwa seseorang dari kemusrikan dan takhayul dan rasa takut kepada selain Allah. Pembebasan manusia dari penindasan manusia dan golongan, pembebasan dari kemiskinan dan kefakiran, pembebasan manusia dari taassub (chauvinisme), yang menjadi sumber angkara murka antara bangsa dan bangsa, yang mencoba menegakan masyarakat dari musyawarah dengan menghargai nilai-nilai kemanusiaan, atas dasar hidup memberi hidup, bukan atas dasar siapa yang kuat, siapa diatas, siapa yang lemah, siapa mati (Survival of the fiftest) Secara garis besar pemikiran Islam Mohammad Natsir yang dikaji dalam makalah ini meliputi tiga hal yaitu Mohammad Natsir dalam hubungannya dengan Sekulerisme, Misi Kristenisasi, Perang pemikiran dan orientalisme, dan Islamisasi Hayah. 
Muhammad Natsir dan Sekularisme 
Pendapat beliau tentang sekularisme adalah suatu cara hidup yang mengandung paham, tujuan dan sikap hanya didalam batas keduniaan. Ia tidak mengenal akhirat, Tuhan dan sebagainya. Walaupun mereka mengakui adanya Tuhan, tetapi dalam persoalan hidup sehari hari umpanya, seorang sekuleris tidak menganggap perlu hubungan jiwa dengan Tuhan, baik dalam sikap, tingkah laku dan tindakan sehari-hari, maupun dalam arti doa dan ibadah. Kenyataan saat ini sekulerisme telah mengglobal dan mencengram dunia Islam, puncak keberhasilan sekulerisme barat adalah runtuhnya khilafah di Turki tahun1924, Kemal Attaturk meruntuhkan khilafah Islam Turki dan mengubah menjadi Turki yang Sekuler. Namun saat ini barat harus kembali berhadapan dengan proyek kebangkitan Islam yang mulai berhembus diseluruh penjuru dunia. Anis Matta menyebutkan indikatornya sebagai berikutPertama, hanya empat tahun setelah runtuhnya khilafah Islam tepatnya tahun1928 berdirilah gerakan yang saat ini menjadi gerakan Islam terbesar dan tersebar di seluruh negara didunia yaitu Ikhwanul Muslimin di Mesir, beberapa tokohnya yaitu Hasan Al Banna, Sayyid Qutb, Yusuf Al Qardhawi, Muhammad Qutb, Mustafa Assyibai dan lain-lain, telah menjadi ikon perlawanan. 
Kedua, gerakan islamisasi kampus yang terjadi hampir diseluruh dunia Islam menjadi agent of change bagi masa depan Islam. Kampus-kampus yang sebelumnya menjadi pusat-pusat sekulerisme berubah fungsi menjadi agen perubahan. 
Ketiga, Suksesnya kudeta putih di Sudan tahun 1987, walaupun bukan khilafah namun Sudan memproklamirkan diri sebagai negara Islam. 
Keempat, jihad di Afganistan selama empat belas tahun, berujung bukan hanya merdekannya Afganistan tetapi runtuhnya Uni Soviet, dengan implikasi global merdekanya negara muslim pecahan UniSoviet. Sementara pendukung kekuatan sosialisme dan komunisme dinegara Islam ikt berantakan. 
Kelima, proses demokrasi yang merebak telah membuka kanal-kanal politik bagi gerakan Islam, yang dalam tempo singkat menjelama menjadi partai-partai Islam. Ada Partai Refah yang sekarang AKP di Turki, Partai Islam di Yaman, Partai Jemaat Islami di Pakistan, Front Islam di Yordania, Hamas di Palestina dan PKS di Indonesia. 

Muhammad Natsir dan Misi Kristenisasi 
Selain dikenal sebagai sosok yang alim beliau juga dikenal sebagai sosok yang berani melawan misionaris dan zending di Indonesia, ini dibuktikan oleh sebuah artikel yang ditulis Natsir pada tahun 1938, yang berjudul ”Suara Azan dan Lonceng Gereja”. (Ejaan telah disesuaikan dengan EYD) Natsir membuka tulisannya dengan untaian kalimat berikut: 
”Sebaik-baik menentang musuh ialah dengan senjatanya sendiri! Qaedah ini dipegang benar oleh zending dalam pekerjaannya menasranikan orang Islam. Tidak ada satu agama yang amat menyusahkan zending dan missi dalam pekerjaan mereka daripada agama Islam.” 
Artikel Natsir ini mengomentari hasil Konferensi Zending Kristen di Amsterdam pada 25-26 Oktober 1938. Natsir sangat peduli dengan Konferensi tersebut, yang antara lain menyorot secara tajam kondisi umat Islam Indonesia. Dr. Bakker, seorang pembicara dalam Konferensi tersebut mengungkapkan kondisi umat Islam sebagaimana yang digambarkan dalam buku Prof. Dr. H. Kraemer, The Christian Message in a non-Christian World. Kata Dr. Bakker, ”Orang Islam yang berada di bawah pemerintahan asing lebih konservatif memegang agama mereka dari negeri-negeri yang sudah merdekaDitambahkan Natsir sangat peduli akan pengaruh pendidikan Barat terhadap generasi muda. Ia menulis, bahwa ketika itu, sudah lazim dijumpai anak-anak orang Islam yang telah sampai ke sekolah-sekolah menengah yang belum pernah membaca Al-Fatihah seumur hidupnya, atau susah payah belajar membaca syahadat menjelang dilangsungkannya akad nikah. Karena itulah, tulis Natsir, Prof. Snouck Hurgronje pernah menulis dalam bukunya, Nederland en de Islam, ”Opvoeding en onderwijs zijn in staat, de Moslims van het Islamstelsel te emancipeeren.” (Pendidikan dan pelajaran dapat melepaskan orang Muslimin dari genggaman Islam). Selanjutnya, Dr. Bakker mengingatkan, bahwa kaum misionaris Kristen harus lebih serius dalam menjalankan aksinya di Indonesia, supaya di masa yang akan datang, Indonesia tidak lebih susah dimasuki oleh misi Kristen. 
Menanggapi rencana Misi Kristen di Indonesia tersebut, Natsir mengimbau umat Islam:”Waktu sekaranglah kita harus memperlihatkan kegiatan dan kecakapan menyusun barisan perjuangan yang lebih rapi. Jawablah Wereldcongres dari Zending itu dengan congres Al-Islam yang sepadan itu ruh dan semangatnya, untuk memperteguh benteng keislaman. Sebab tidak mustahil pula di negeri kita ini, suara azan bakal dikalahkan oleh lonceng gereja. Barang bathil yang tersusun rapi, akan mengalahkan barang haq yang centang-perenang.!” (Dimuat di Majalah PANDJI ISLAM, No. 33-34, 1938; dikutip dari buku M. Natsir, Islam dan Kristen di Indonesia (kumpulan karangan yang dihimpun dan disusun oleh Endang Saifuddin Anshari, (Bandung: CV Bulan Sabit, 1969) Demikianlah salah satu pesan Natsir yang mengingatkan kaitan erat antara gerak Penjajahan, Misi Kristen, dan Orientalisme. Karena pentingnya peran pendidikan ala Barat dalam menjauhkan generasi muda Islam dari agamanya, bisa dimengerti jika Natsir sangat serius dalam upaya pendirian sejumlah universitas Islam di Indonesia. Kita berdoa, mudah-mudahan civitas academica di kampus-kampus Islam yang dipelopori pendiriannya oleh Natsir memahami misi besar ini, dan tidak terjebak ke dalam paham-paham sekularisme atau liberalisme Barat yang secara gigih diperangi oleh Natsir sepanjang hidupnya 
Muhammad Natsir dan Perang pemikiran &amp; Orientalisme 
Perang pemikiran atau ghazwul fikr saat ini merebak seiring dengan upaya sekulerisme dan memperkecil pengaruh Islam pada pemeluknya, Natsir pernah menyebutkan dalam tulisannya, bahawa Prof. Snouck Hurgronje pernah menulis dalam bukunya, Nederland en de Islam, ”Opvoeding en onderwijs zijn in staat, de Moslims van het Islamstelsel te emancipeeren.” (Pendidikan dan pelajaran dapat melepaskan orang Muslimin dari genggaman Islam. 
Pengaruh itu begitu terasa saat ini perang pemikiran menggunakan berbagai macam cara, target antara perang pemikiran yang dilancarkan barat ke dunia Islam adalah melepaskan Al-Qur`an (syariat) dari umat Islam, Identitas Islam lepas dari ruh Islam sehingga dapat dengan mudah semua sumber daya bisa direbut barat tanpa susah payah dengan jalan berperang, inilah penjajahan model baru. 
Kondisi ini didukung dengan salah satu tesis “the Clash Of Civilization” Samuel P. Huntington, Pendapat bahwa perdamaian dunia merupakan hal yang mustahil dan dunia akan mengalami disintegrasi. Dunia masa kini, menurut dia, diliputi oleh konflik yang tak lagi bertajuk pertikaian ideologi barat dan komunis, tapi antara peradaban yang berbeda. Huntington menempatkan pihak the West versus Islam sebagai dua pihak yang mendominasi hubungan politik globalSejalan dengan ide tersebut Rober Kaplan dalam The Coming of Acarchy (1994) pun mengungkapkan bahwa fenomena yang terjadi di tingkat politik dunia pasca-Perang Dingin justru menciptakan iklim yang utopis bagi perdamaian dunia. Menurut dia, dunia tengah memasuki fase ketidakberaturan global (global disorder), terutama ditandai dengan tidak mampunyai kemampuan negara menyelesaikan masalah keamanan nonmiliter, seperti penyakit AIDS, langkanya sumber daya alam, masalah pengungsi dan imigrasi, meningkatnya kejahatan lintas negara dan masalah keamanan lingkunganBahkan Perdana Menteri Inggris Tony Blair menyebut ideologi Islam sebagai 'ideologi setan'. Dalam pidatonya pada Konferensi Kebijakan Nasional Partai Buruh Inggris, Blair menjelaskan ciri ideologi setan, yaitu: (1) Menolak legitimasi Israel; (2) Memiliki pemikiran bahwa syariat adalah dasar hukum Islam; (3) Kaum Muslimin harus menjadi satu kesatuan dalam naungan Khalifah; (4) Tidak mengadopsi nilai-nilai liberal dari Barat Islam memiliki potensi besar untuk bangkit dan menjadi peradaban yang memimpin dunia yang dikhawatirkan barat, setidaknya ada 3 faktor yang menyebabkan negara-negara Islam termasuk Indonesia, yaitu : 
Hampir sebagian besar sumber daya alam dan mineral khususnya minyak bumi ada di bumi Islam, Arab Saudi, Irak, Iran, Checnya, Cina Selatan (Asia Tengah yang merupakan mayoritas Islam), Brunei sampai dengan Indonesia adalah penghasil minyak dunia. Tak hanya minyak Uranium, batu bara dan sumber daya alam hayati termasuk hutan dan perkebunannya ada di negara-negara yang mayoritas Islam. 
Islam adalah jalan hidup bukan sekedar agama “Islam not just a religion, but Islam is The Way Of Life”. Islam memiliki Al Qur`an dan Sunah yang menjadi Ideologi yang tidak pernah mati sampai kapanpun, inilah yang menjadi ketakutan terbesar kaum orientalis barat, sehingga dilakukanlah upaya-upaya perang pemikiran yang dilancarkan barat untuk melemahkan ideologi Islam dengan pemahaman budaya barat yang hedonis dan liberal. 
Populasi penduduk muslim secara signifikan yang terus meningkat menjadi agama terbanyak kedua setelah kristen, inilah yang menjadi bahaya laten bagi barat secara fisik terancam dengan peningkatan populasi muslim di dunia bahkan terjadi di barat. Populasi barat semakin terancam karena negara barat memiliki piramida penduduk yang lancip yaitu prosentase penduduk tua yang banyak. 
Karena faktor inilah barat dengan segala upaya melakukan berbagai macam cara termasuk melakukan konspirasi internasional yang bisa melemahkan kekuatan Islam dalam hal ini negara dunia ketiga, diantaranya adalah : Menjadikan demokrasi, HAM, isu-isu terorisme dan liberalisme dengan menggunakan kedok pembangunan politik, sebagai alat untuk semakin melemahkan negara-negara dunia ketiga. 
Muhammad Natsir dan Islamisasi Hayah 
Pemikiran M Natsir yang juga menarik untuk ditelaah adalah upaya Islamisasi Hayah, upaya untuk mengejawantahkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari masyarakat dan negara. Karena inilah yang dilakukan Rasulullah Saw pada tahapan salah satu tahapan dakwahnya; menegakkan negara. Sebagai sebuah bangunan, negara membutuhkan dua bahan dasar manusia dan sistem. Manusialah yang akan mengisi supra struktur, sedang sistem adalah perangkat lunak, sesuatu dengan apa negara bekerja. Dan Islam adalah sistem itu, maka ia given. Tapi manusia adalah suatu yang dikelola, dibelajarkan, sedemikian rupa sampai sistem terbangun dalam dirinya sebelum kemudian mengoperasikan negara dengan sistem tersebut. Dan untuk itulah Rasulullah Saw memilih manusia-manusia terbaik yang akan mengoperasikan negara itu 
Hijrah dalam sejarah dakwah Rasulullah adalah sebuah metaforfosis dari “gerakan” menjadi negara. Tiga belas tahun sebelumnya, Rasulullah saw, melakukan penetrasi sosial yang sistematis, dimana Islam menjadi jalan hidup individu, dimana Islam “memanusia” dan kemudian memasyarakat. Sekarang, melalui hijrah, masyarakat itu bergerak linier menuju negara. Melalui hijrah gerakan dakwah itu menjadi negara, dan Madinah adalah wilayahnya Kalau inividu membutuhkan aqidah, maka negara membutuhkan perangkat sistem. begitulah setelah komunitas Muslim menegara, dan mereka memilih Madinah sebagai wilayahnya, Allah Swt menurunkan perangkat sistem yang mereka butuhkan; maka turunlah ayat-ayat hukum dan berbagai kode etik sosial, ekonomi, politik dan keamanan lainnya. Lengkaplah sudah susunan kandungan sebuah begara: manusia, tanah dan sistem. 
Apa yang kemudian dilakukan Rasulullah Saw, sebenarnya relatif mirip dengan semua yang mungkin dilakukan para pemimpin politik yang baru mendirikan negara. Pertama, membangun infrastruktur negera dengan masjid sebagai simbol dan perangkat utamanya. Kedua, menciptakan kohesi sosial melalui proses persaudaraan antara dua komunitas darah yang berbeda tapi menyatu sebagai komunitas agama, antara sebagian komunitas "Quraisy" dan "Yatsrib" menjadi komunitas "Muhajirin" dan "Anshar". Ketiga, membuat nota kesepakatan untuk hidup bersama dengan komunitas lain yang berbeda, sebagai sebuah masyarakat pluralistik yang mendiami wilayah yang sama, melalui Piagam Madinah. Keempat, merancang sistem pertahanan negara melalui konsep Jihad fi Sabilillah. 
Lima tahun pertama setelah hijrah dipenuhi oleh kerja keras Rasulullah Saw beserta para sahabat beliau untuk mempertahankan eksistensi dan kelangsungan hidup negara Madinah. Dalam kurun waktu itu, Rasulullah Saw telah melakukan lebih dari 40 kali peperangan dalam berbagai skala. Yang terbesar dari semua peperangan itu adalah Perang Khandak, di mana kaum Muslimin keluar sebagai pemenang. Setelah itu tidak ada lagi yang terjadi di sekitar Madinah, karena semua peperangan sudah bersifat ekspansif. Negara Madinah membuktikan kekuatan dan kemandiriannya, eksistensinya dan kelangsungannya. Di sini kaum Muslimin telah membuktikan kekuatannya, setelah sebelumnya kaum Muslimin membuktikan kebenarannya 
Muhammad Natsir dan Pergerakan Islam di Indonesia 
Pemikiran-pemikiran Natsir atau yang mirip dengannya kembali semarak pada dasawarsa terakhir, tepatnya ketika gerakan Islam modern bermunculan di Indonesia, pergerakan-pergerakan tersebut ada yang radikal dan moderat. Diantara pergerakan Islam tersebut dalam buku “Islam dan Radikalisme di Indonesia” yaitu 
Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) 
Jamaah Salafi 
Front Pembela Islam 
Komite Persiapan Penegakan Syariat Islam 
Darul Islam 
Hizbut Tahrir Indonesia. 

Disamping itu ada pergerakan-pergerakan Islam lain yaitu Jamaah Tabligh, Jamaah Tarbiyah (Ikhwanul Muslimin/PKS) dan Sempalan-Sempalan NII. 
Salah satu gerakan yang terbesar yang cukup menancapkan pengaruh di Indonesia adalah gerakan tarbiyah Ikhwanul Muslimin yang kemudian menggunakan baju Partai Keadilan Sejahtra (PKS) dalam dakwahnya di Parlemen. Gerakan tarbiyah pertama kali muncul pada awal tahun 1980an, pergerakan tarbiyah ini bukan hanya memberikan warna baru bagi pergerakan Islam Indonesia, tetapi dengan kekhasannya mentransformasikan diri sebagai salah satu kekuatan pendorong reformasi politik, sosial, maupun budaya di Indonesia
Salah satu ciri khas gerakan tarbiyah adalah Islamisasi yaitu usaha mengajak manusia memeluk Islam dan menjalakan ajaran-ajarannya. Dan ini dimaknai secara berbeda dari generasi santri lama oleh Gerakan Tarbiyah, gerakan santri baru tarbiyah memiliki orientasi keagamaan dan sumber-sumber inspirasi yang tidak semata-mata menyandarkan pada warisan keagamaan para pendahulu mereka. Dengan ditunjang kemajuan teknologi dan meluasnya interaksi sosial mereka memungkinkan kelompok santri tarbiyah mengadopsi pemikiran dari luar negeriGerakan Tarbiyah dalam hal ini PKS menurut Dr. Greg Fealy tidak seperti partai-partai Islam lainnya PKS mengambil sumber inspirasi ideologi dan organisasi utamanya dari luar dan menjadikan pemikiran Ikhwanul Muslimin di Mesir sebagai model acuan. Berbeda dengan partai-partai Islam lain, PKS menaruh perhatian yang cukup besar terhadap berbagai peristiwa dibelahan dunia Islam, berbagai buku-buku Ikhwanul Muslimin diterjemahkan dan diterbitkan oleh anggota-anggotanya, banyak rujukan mereka terhadap Hasal Al Banna atau Sayyid Qutb dalam dokumen-dokumen mereka. Sebuah gerakan yang mencoba memadukan nilai-nilai Islam yang konseptual kedalam kehidupan demokrasi dengan kendaraan partai dakwah. 
Kesimpulan 
Mohammad Natsir adalah inspiring poeple bagi pergerakan Islam di Indonesia, spirit Islam memadu sempurna dengan gerak langkahnya. Berbagai pemikirannya relevan bagi pergerakan-pergerakan Islam yang ingin membangkitkan kejayaan Islam sebagaimana telah di janjikan bahwa Islam akan kembali menjadi sebuah peradaban besar dunia, seperti halnya dulu selama lebih dari 10 abad eksis menjadi sebuah peradaban besar/adidaya dunia, yang sekarang baru kurang dari 1 abad kepemimpinan peradaban dunia dipegang oleh barat dalam hal ini Amerika dan Eropa. Peradaban pasti akan terus bergulir seperti roda peradaban dunia. 

&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://blog.bangka-belitung.info/eko/&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/940316795119483667-4357591720724361105?l=putrabangka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putrabangka.blogspot.com/feeds/4357591720724361105/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=940316795119483667&amp;postID=4357591720724361105&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940316795119483667/posts/default/4357591720724361105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940316795119483667/posts/default/4357591720724361105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrabangka.blogspot.com/2008/07/natsir.html' title='SEJARAH POLITIK; MUHAMMAD NATSIR'/><author><name>Muhammad Azahari A.F*</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-940316795119483667.post-7593154906993480661</id><published>2008-07-09T12:37:00.000-07:00</published><updated>2008-07-09T12:44:15.318-07:00</updated><title type='text'>salam serumpun</title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://blog.bangka-belitung.info/eko/&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/940316795119483667-7593154906993480661?l=putrabangka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putrabangka.blogspot.com/feeds/7593154906993480661/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=940316795119483667&amp;postID=7593154906993480661&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940316795119483667/posts/default/7593154906993480661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940316795119483667/posts/default/7593154906993480661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrabangka.blogspot.com/2008/07/salam-serumpun.html' title='salam serumpun'/><author><name>Muhammad Azahari A.F*</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
